Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

Gerak Cepat Pemerintah dalam Inventarisasi Arsip Sertipikat Terdampak Banjir

Gerak Cepat Pemerintah dalam Inventarisasi Arsip Sertipikat Terdampak Banjir Gerak Cepat Pemerintah dalam Inventarisasi Arsip Sertipikat Terdampak Banjir Gerak Cepat Pemerintah dalam Inventarisasi Arsip Sertipikat Terdampak Banjir Gerak Cepat Pemerintah dalam Inventarisasi Arsip Sertipikat Terdampak Banjir

04

Jan 20

Gerak Cepat Pemerintah dalam Inventarisasi Arsip Sertipikat Terdampak Banjir

Bekasi - 03/01/20, Bencana yang terjadi di pembuka tahun 2020 menyebabkan kerusakan di beberapa aspek, salah satunya arsip sertipikat seperti warkah dan buku tanah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang bersinergi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sigap dalam menangani bencana banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek. Salah satu Kantor Pertanahan yang terdampak adalah Kantor Pertanahan Kota Bekasi yang terkena banjir sehingga beberapa arsip ikut terendam. 

 

"Banjir ini dikarenakan jebolnya tembok di sebelah kanan kantor Pertanahan Kota Bekasi. Sehingga Kementerian ATR/BPN bersama dengan ANRI memiliki semangat yang sama, untuk tanggap dengan cepat terhadap bencana yang terjadi di Kantor Pertanahan Kota Bekasi. Karena banyak arsip sertipikat seperti warkah dan buku tanah yang terendam banjir dan harus segera diamankan," kata Nurhadi Putra, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Kementerian ATR/BPN saat memberikan pengarahan di Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Jumat (03/01/2020). 

 

Nurhadi Putra menjelaskan tembok setinggi satu meter lebih merupakan pembatas lingkungan Kantor Pertanahan Kota Bekasi dengan saluran di kawasan Karang Kitri. Jebolnya tembok tersebut membuat air memenuhi area basemen yang terdapat gudang arsip pertanahan. "Banyak dokumen yang basah akibat banjir. Sebagian sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi," ujar Nurhadi Putra.

 

Terdapat beberapa arsip sertipikat yang terendam akibat banjir. "Untuk merestorasi ini, kami meminta bantuan ANRI," lanjutnya. 

 

“Diharapkan dengan adanya kejadian tersebut seluruh kantor pertanahan di Indonesia harus dengan cepat mendigitalisasikan seluruh arsipnya. Sehingga dengan begitu jika terjadi musibah serupa, seluruh data masyarakat dengan aman terselamatkan,” tambah Nurhadi Putra.

 

Pada kesempatan yang sama, Kandar, Direktur Preservasi ANRI yang ditemui saat melakukan peninjauan di Kantor Pertanahan Kota Bekasi menjelaskan hal terpenting sebagai langkah awal yang akan dilakukan yaitu evakuasi terlebih dahulu. "Ada dua hal yang harus dilakukan saat ini dan sesegera mungkin. Pertama melakukan evakuasi arsip jangan sampai terkena sinar matahari, karena jika terkena maka akan hancur nantinya. Kemudian untuk arsip yang memiliki nilai guna tinggi akan diprioritaskan untuk diinventarisasikan terlebih dahulu," ungkap Kandar. 

 

Lebih lanjut, Kandar menghimbau kepada seluruh warga korban banjir agar merestorasi dokumen yang basah. "ANRI juga memberikan layanan restorasi/perawatan arsip keluarga (Laraska) secara gratis bagi masyarakat yang terkena musibah bencana banjir. Dapat langsung mendatangi kantor ANRI," kata Kandar.

( is )