Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip

Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip

29

Jul 20

Penyelamatan Arsip Covid-19 Bermula dari Pengelolaan Arsip

Jakarta (29/7/2020), Deputi Bidang  Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggaraan Workshop Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19 melalui aplikasi Zoom serta  ditayangkan langsung melalui kanal Youtube Arsip Nasional RI. Workshop yang diikuti sekitar 700 peserta ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19 dalam Mendukung Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Dalam pembukaannya, Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan ANRI, Sumrahyadi mengatakan bahwa ada dua hal yang ingin disampaikan pada workshop ini, yakni pengelolaan dan penyelamatan, di mana sebelum menyelamatkan arsip Covid-19 perlu ada pengelolaan arsip.

“Penyelamatan arsip bermula dari pengelolaan terlebih dahulu. Pengelolaan yang dimaksud sebagai bukti akuntabilitas pertanggungjawaban kegiatan dan penyelamatan adalah kaitannya dengan menyelamatkan memori kolektif bangsa,” ujar Sumrahyadi.  Ditambahkan olehnya, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini harus menjadi perhatian dan harus ada penanganan secara khusus.

Adapun materi pertama yang dibahas dalam workshop adalah tentang Strategi Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19 sebagai Bahan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Memori Kolektif Bangsa yang disampaikan oleh Direktur Kearsipan Pusat, Azmi. Azmi memaparkan, selain kebijakan nasional  untuk penyelamatan arsip Covid-19, strategi dalam mendukung penyelamatan arsip Covid-19, di antaranya penerapan strategi dokumentasi, penerapan akuisisi strategis, optimalisasi sumber daya, serta peningkatan akses arsip Covid-19 di mana pencipta arsip dan lembaga kearsipan harus menjadi anggota simpul Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) dan secara aktif menyampaikan kepada ANRI sebagai pusat JIKN terkait informasi arsip Covid-19 yang dikelola dan berhasil diselamatkan.

Materi selanjutnya disampaikan Direktur Kearsipan Daerah I, Muhammad Sumitro tentang Peran Lembaga Kearsipan dalam Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19. Materi ketiga tentang Peran Unit Kearsipan K/L dan BUMN/BUMD dalam Penyelamatan Arsip Covid-19  yang disampaikan oleh Arsiparis Madya, Yayan Daryan, serta materi terakhir membahas tentang Pengelolaan Arsip Penanganan Covid-19 yang dipaparkan oleh Arsiparis Madya, Dwi Nurmaningsih.

Workshop yang dimoderatori oleh Direktur Kearsipan Daerah II, Amieka Hasraf ini berlangsung sekitar tiga jam dan direncanakan nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan teknis mengenai cara pemberkasan, penataan dan pembuatan daftar arsip terkait arsip Covid-19. Peserta dapat mengunduh materi workshop Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19 melalui tautan https://anri.go.id/publikasi/materi-kegiatan.

 

( SA )