Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa

Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa

13

Oct 21

Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa

Jakarta – 13/10/2021, Sebagai tindak lanjut penerapan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip Penanganan COVID-19 dalam Mendukung Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan Webinar Penyelamatan  Memori Kolektif Bangsa Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 Menuju Memori Kolektif Bangsa.

Salah satu kegiatan dari Pekan Memori Dunia: From New York to Beograd ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara langsung melalui kanal Youtube Arsip Nasional RI. Adapun narasumber yang hadir di antaranya Kepala Biro Tata Usaha dan Arsip Kepresidenan Kementerian Sekretariat Negara, Sinta Puspitasari, Arsiparis Ahli Utama Kementerian Kesehatan RI, dr. Desak Made Wismarini, Kepala Biro SDM dan Umum Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Eny Supartini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawab Barat, Ahmad Hadadi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Wahyu Haryanti, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Kearsipan Universitas Sebelas Maret, Yani Maryudiasti.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Konservasi Arsip, Multi Siswati saat pembukaan acara menyampaikan rakor ini membahas dan mendiskusikan kearsipan yang sangat khusus, yakni penyelematan arsip penanganan COVID-19 yang dilakukan secara nasional. Oleh karena itu, perlu partisipasi aktif dari seluruh peserta agar dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang dapat dilaksanakan dalam program dan kegiatan oleh pencipta arsip dan lembaga kearsipan, baik tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, serta perguruan tinggi.

Penyelamatan arsip COVID-19 memilki kekhususan karena terkait suatu upaya untuk menyelamatkan  arsip dari peristiwa luar biasa yang melanda hampir seluruh wilayah dan berdampak sangat luas, serta memengaruhi seluruh sendi kehidupan masyarakat. Arsip COVID-19 ini harus segera diselamatkan oleh lembaga kearsipan pada kesempatan pertama untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Direktur Akuisisi ANRI, Rudi Anton menyampaikan peristiwa luar biasa pandemi COVID-19 perlu diantisipasi dalam konteks kearsipan oleh ANRI. “Kita harus menyelamatkan bukti akuntablitas kinerja dan bukti akuntabilitas tadi bisa kita gunakan sebagai sumber pembelajaran. Artinya, bukti akuntabilitas bisa dikatakan dalam konteks kekinian, namun sumber pembelajaran tidak berhenti dalam konteks kekinian. Ini akan berlanjut terus,” jelas Rudi Anton.

Arsip penanganan COVID-19 merupakan sebuah warisan dokumenter yang layak dijadikan sebuah Memori Kolektif Bangsa akan pentingnya rekaman peristiwa dan semua yang telah dilakukan instansi pemerintah dalam menangani pandemi. Selanjutnya, arsip penanganan COVID-19 sebagai MKB tersebut tidak terpisahkan dari Memori Dunia. (SA)