Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek

ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek

20

Jan 23

ANRI Selenggarakan Seminar dengan Tema "Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia" dalam Rangka Hari Raya Imlek

Jakarta – 20/1/2023, Dalam rangka memperingati Hari Raya Imlek, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan webinar dengan tema “Peran Tionghoa dalam Membangun Nasionalisme Indonesia” secara daring dan ditayangkan secara langsung melalui akun Youtube Arsip Nasional RI, Jumat (20/1). 

Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa masyarakat Tionghoa merupakan bagian dari Indonesia karena memiliki peran yang sangat signifikan, mulai dari proses kemerdekaan sampai pada proses membangun Indonesia. Etnis Tionghoa sudah hadir di Indonesia sejak abad ke-5 dimana tradisi dagang sudah terbentuk pada saat itu. Webinar ini juga mengusung semangat persatuan agar masyarakat Indonesia tidak lagi mudah dipecah belah dan diadu domba menggunakan isu perbedaan ras. Melalui acara ini diharapkan hubungan antarelemen di Indonesia dapat lebih kuat dan lebih sinergi, termasuk dengan Tionghoa.

Pada pembukaan acara, Kepala ANRI, Imam Gunarto berharap acara ini dapat menjadi media yang dapat mempererat persatuan Indonesia dengan tidak lagi memandang ras sebagai perbedaan identitas dalam bermasyarakat, apalagi tahun ini sudah masuk tahun politik menuju pemilihan umum dimana sering terjadi perpecahan akibat adanya perbedaan pilihan yang apabila ditambah dengan isu perbedaan ras dapat memperparah keadaan. “Perpecahan antar-ras sudah pernah dilakukan oleh Belanda dengan politik adu domba dengan tujuan melemahkan persatukan kesolidan rakyat Indonesia. Saat ini kita sudah merdeka dan sudah terbebas dari penjajahan untuk itu mari kita jaga keutuhan NKRI dengan persatuan yang kuat,” ujar Kepala ANRI, Imam Gunarto. 

Pada sesi diskusi, narasumber yang memberikan materi antara lain Ravando Lie (Sejarawan), Dharmanadi Chandra (Tanoto Foundation), Chandra Jap (Sekjen Inti), Jajang Nurjaman (Arsiparis ANRI) dan Udaya Halim (Pendiri Museum Benteng Heritage) dan juga Asep Kambali sebagai narasumber pemantik. Dari paparan para narasumber, didapati fakta bahwa orang-orang Tionghoa memiliki banyak peran dalam sejarah Indonesia mulai dari budaya, kuliner sampai ilmu pengetahuan. Orang Tionghoa memiliki peran dalam mencetuskan pendirian poliklinik atau rumah sakit yang menerima seluruh lapisan masyarakat dengan biaya minimal bahkan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Orang-orang Tionghoa juga berperan dalam dunia pendidikan dengan memberikan beasiswa bagi para pelajar di Indonesia melalui organisasi filantropi. Selain itu, mereka juga  mendukung program pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19. (YW)