Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

ANRI TERUS SIAPKAN PRESERVASI ARSIP YANG BERKELAS DUNIA

ANRI TERUS SIAPKAN PRESERVASI ARSIP YANG BERKELAS DUNIA ANRI TERUS SIAPKAN PRESERVASI ARSIP YANG BERKELAS DUNIA ANRI TERUS SIAPKAN PRESERVASI ARSIP YANG BERKELAS DUNIA ANRI TERUS SIAPKAN PRESERVASI ARSIP YANG BERKELAS DUNIA

28

Nov 19

ANRI TERUS SIAPKAN PRESERVASI ARSIP YANG BERKELAS DUNIA

Jakarta, (26/11)-Preservasi Arsip Stastis dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelestarian Arsip Statis. Preservasi Arsip Statis dilakukan baik secara preventif maupun kuratif. Hal ini menjadi tugas dan fungsi Direktorat Preservasi Arsip yang tertuang dalam UU No 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dalam Pasal 63. Untuk itu, Direktorat Preservasi menyelenggarakan Diskusi Ilmiah untuk membahas Metode Preservasi Arsip yang Tepat di Ruang Inovasi Gedung C dengan mengundang narasumber yaitu Enco Bastaman (Direktur Preservasi Tahun 2008) dan Lintang Gitomartoyo (Konsultan Arsip Film).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Preservasi, Kandar menjelaskan mengenai proses bisnis di Direktorat Preservasi yang secara keseluruhan proses dan kerja dalam rangka perlindungan arsip terhadap kerusakan arsip atau unsur perusak dan restorasi/perbaikan arsip yang rusak. Sebagai informasi tambahan, SDM di lingkungan Direktorat Preservasi telah berhasil membuat aplikasi database preservasi arsip, yang memuat jumlah arsip yang tersimpan dalam berbagai media, jumlah arsip yang telah direstorasi, jumlah arsip yang telah direproduksi/digitalisasi serta berbagai pengujian yang telah dilakukan. Adanya aplikasi database preservasi diharapakan mampu meningkatkan kinerja Direktorat Preservasi serta meningkatkan pelayanan publik.

Enco Bastaman menjelaskan sejarah singkat mengenai awal berdirinya Arsip Nasional RI yang dulunya bernama ARNAS dengan Unit Preservasi Arsip sebagai unit pertama di ANRI.  Enco juga merupakan pencetus awal adanya Restorasi Arsip, menceritakan pengalamannya dalam merestorasi khususnya Arsip Naskah Proklamasi serta berbagai metode restorasi arsip konvensional yang pernah dilakukan.

Selanjutnya Lintang Gitomartoyo membagikan pengalaman dalam melakukan restorasi dan digitalisasi film dimulai sejak 2012. Beberapa film yang telah berhasil direstorasi antara lain Film Lewat Djam Malam dan Film Tiga Dara. Lintang menuturkan dalam proses restorasi film bergantung pada tingkat kerusakan film dan tidak dapat disamaratakan waktu pengerjaan restorasi film. Lintang memberikan masukan untuk ANRI kedepannya dapat mengikutsertakan SDM untuk mengikuti berbagai pelatihan dalam bidang preservasi arsip film.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa arsip secara alamiah akan mengalami kerusakan, namun dapat diperlambat dengan tindakan preservasi yang baik. ( PN )