Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

PERINGATI 15 TAHUN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA (NANGROE ACEH DARUSSALAM DAN NIAS), ANRI GELAR SEMINAR INTERNASIONAL DAN RESMIKAN DEPOT ARSIP STATIS

PERINGATI 15 TAHUN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA (NANGROE ACEH DARUSSALAM DAN NIAS), ANRI GELAR SEMINAR INTERNASIONAL DAN RESMIKAN DEPOT ARSIP STATIS

06

Dec 19

PERINGATI 15 TAHUN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA (NANGROE ACEH DARUSSALAM DAN NIAS), ANRI GELAR SEMINAR INTERNASIONAL DAN RESMIKAN DEPOT ARSIP STATIS

Banda Aceh, (05/12) - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema Refleksi Arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai Memory of the World pada Kamis, 5 Desember 2019 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Seminar ini dilaksanakan dalam rangka peringatan peristiwa Tsunami  Samudera Hindia yang terjadi 15 tahun lalu.

Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala ANRI, Dr. M. Taufik dan dihadiri oleh pimpinan tinggi berbagai insitutusi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB) yang dalam hal ini Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, Tin Zuraida, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Syarif Bando, pimpinan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Serta Ketua Komite Memory of the World Indonesia, Dr. Mego Pinandito. 

Seminar internasional ini menghadirkan berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri yang diawali oleh Keynote Speech dari Rektor UNSYIAH, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng. Seminar ini bertujuan untuk mengingatkan (merefleksikan) kembali diakuinya Arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai memori warisan dunia melalui registrasi di International MoW Register UNESCO pada tahun 2017. Pengakuan ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mampu melestarikan warisan dokumenter untuk kepentingan masyarakat dunia. Selain itu, seminar ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran arsip tsunami Samuder Hindia sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat dunia dan pengambilan kebijakan pemerintah di bidang penanggulangan bencana.

Pada kesempatan ini dilaksanakan pula penandatangan naskah kerja sama antara ANRI dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Penanggulangan Bencana dan Kearsipan. Selain itu ANRI juga melakukan penandatangan naskah kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) khususnya terkait dengan riset kebencanaan dan penyelenggaran kearsipan di lingkungan perguruan tinggi. Kedua kerja sama dimaksud memiliki kesamaan ruang lingkup yaitu pembentukan pusat studi arsip kebencanaan.

Sejak dicantumkannya Arsip Tsunami Samudera Hindia dalam International Memory of the World Register, ANRI senantiasa melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pelestarian terhadap arsip tersebut yang salah satunya diwujudkan melalui pembangunan Depot Arsip Statis Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) di Bakoy, Ingin Jaya Aceh Besar yang diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo. Pembangunan gedung ini merupakan upaya konkret dalam meningkatkan kualitas preservasi Arsip Tsunami Samudera Hindia agar kelestariannya dapat terjaga bagi generasi yang akan datang. Selain itu, fasilitas ini diproyeksikan akan menjadi infrastruktur penting dalam pembentukan Pusat Studi Arsip Kebencanaan.

Arsip Tsunami Samudera Hindia telah diakui oleh UNESCO melalui program Memory of the World pada 30 Oktober 2017. Arsip tersebut merupakan rekaman tentang peristiwa bencana tsunami, proses mitigasi, serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Arsip Tsunami Samudera Hindia terdiri dari arsip tekstual sepanjang 9,3 KM Linier, arsip foto sebanyak 500 lembar, arsip rekaman suara sebanyak 196 kaset, arsip video magnetic sebanyak 13 kaset, serta arsip elektronik dalam bentuk CD/DVD sebanyak 1.230 keping. Pernominasian Arsip Tsunami Samudera Hindia dilakukan melalui nominasi bersama (atau Joint Nomination) yang dilakukan oleh Indonesia dan Sri Lanka.

Arsip Tsunami Samudera Hindia merekam peristiwa tsunami maha dahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 dengan ketinggian gelombang mencapai 30 meter serta menimbulkan kerusakan di berbagai negara seperti Indonesia, Sri Lanka, India, Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Thailand dan 12 negara lainnya serta menelan korban mencapai kurang lebih 310.000 jiwa. Peristiwa ini juga menjadi salah satu tonggak sejarah kebencanaan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain, Arsip Tsunami Samudera Hindia juga menggambarkan Solidaritas Antar Bangsa dari berbagai penjuru dunia yang saling bahu membahu dalam memberikan bantuan kepada daerah - daerah yang terdampak bencana.

Selain itu, Arsip Tsunami Samudera Hindia juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi saat ini dan di masa yang akan datang khususnya terkait dengan bidang kebencanaan. Melalui arsip tersebut, diharapkan pula dapat dihasilkan berbagai kebijakan strategis khususnya dalam bidang penanggulangan bencana. (is)