Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

Pesan Presiden ICA pada Hari Kearsipan Nasional di Tengah Pandemi COVID-19

Pesan Presiden ICA pada Hari Kearsipan Nasional di Tengah Pandemi COVID-19 Pesan Presiden ICA pada Hari Kearsipan Nasional di Tengah Pandemi COVID-19

18

May 20

Pesan Presiden ICA pada Hari Kearsipan Nasional di Tengah Pandemi COVID-19

Jakarta (18/5) – Genap 49 tahun, komunitas kearsipan di Indonesia memperingati Hari Kearsipan Nasional. Tahun 2020 ini, peringatan Hari Kearsipan Nasional digelar secara daring di tengah kondisi pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Merespons hal ini, President of International Council of Archives (ICA), David Fricker menyampaikan beberapa pesan bagi komunitas kearsipan di Indonesia. Menurut Fricker, kondisi pandemi COVID-19 mendorong berbagai usaha dan kerja keras yang tengah dilakukan untuk mempertahankan kemanusiaan terhadap COVID-19. Kondisi ini juga turut berdampak ini kepada komunitas kearsipan. ”Lembaga Kearsipan memiliki kewajiban mendalam untuk melakukan hal-hal yang dapat membantu bangsa dan komunitas kita dan mempercepat perjalanan menuju pemulihan. Pertama, sebagai lembaga memori, kita harus memastikan bahwa arsip kemanusiaan dan pengetahuan pandemi pada masa sebelumnya dapat ditemukan dan tersedia bagi banyak orang, khusunya bagi pihak-pihak yang ditugaskan atau memiliki keterkaitan untuk menyelesaikan masalah COVID-19. Jadi, mari pastikan khazanah arsip kita terbuka dan tersedia untuk mereka. Dan tentu saja, kita di sektor kearsipan tidak hanya bekerja di masa lalu. Bahkan selalu, tugas kita yang paling penting adalah merencanakan masa depan,” pesan Fricker.

 

Lebih lanjut pimpinan tertinggi di ICA ini pun menyampaikan bahwa Lembaga Kearsipan harus memastikan memori kolektif umat manusia diteruskan dari generasi sekarani ke generasi berikutnya. “Jadi, kita memiliki tugas untuk memastikan bahwa pelajaran yang dipelajari di seluruh dunia saat ini akan dilestarikan dan akan tersedia untuk masa depan.  Ketika pandemi berikutnya muncul, kita semua akan lebih siap untuk melakukannya. Dalam beberapa minggu terakhir, ICA telah bekerja sama dengan IFLA, UNESCO, dan organisasi lainnya untuk menghasilkan dua pernyataan penting yang menyoroti peran warisan dokumenter dalam menanggapi pandemi serta pentingnya mendokumentasikan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang sekarang diambil, kemudian melestarikannya sebagai sumber pengetahuan untuk masa depan. Kedua pernyataan ini tersedia melalui website ICA dan UNESCO dalam judul: Pertama, Mengubah Ancaman COVID-19 Menjadi Peluang untuk Dukungan yang Lebih Besar terhadap Warisan Dokumenter. Kedua, COVID-19: Kewajiban untuk Mendokumentasikan Tidak Berhenti dalam Krisis,” jelas Fricker. Menutup pidatonya, Fricker pun berpesan bahwa kondisi ini pun menjadi saat yang tepat bagi sumber daya manusia kearsipan di Indonesia untuk mengabdikan diri untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pemerintah dan publik.

( TP )