Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah

Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah

18

Nov 22

Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah

Jakarta - (15/11/2022), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Daerah secara daring dan luring di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, Gedung C Lantai 2, ANRI. Adapun pada Strategi Pengelolaan Arsip Daerah fokus pada Bimbingan Teknis Penataan Arsip Inaktif.

Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Dinamis Daerah ini merupakan bagian dari tanggung jawab ANRI sebagai penyelenggara kearsipan nasional dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip dan implementasi SRIKANDI di daerah, agar mampu menjadi tulang punggung penyelenggaraan kearsipan di tiap daerah.

Adapun tujuan Rapat Koordinasi Aplikasi SRIKANDI serta Strategi Pengelolaan Arsip Dinamis Daerah ialah mendorong komitmen Pimpinan Daerah, agar daerah menyelenggarakan kearsipan daerah secara efektif dan efisien, melaksanakan penataan arsip inaktif dan mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI dalam kegiatan administrasi sehari-hari. Selain itu, rakor juga ditujukan agar daerah mampu menyusun rencana aksi dalam pengelolaan arsip inaktif dan implementasi aplikasi SRIKANDI, sebagai bagian dari tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan, sehingga diharapkan tercapai peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan.

Rakor juga dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam penataan arsip inaktif dan implementasi SRIKANDI. Adapun materi rakor disampaikan Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, Desi Pratiwi, Direktur Kearsipan Daerah I, Rudi Anton dan perwakilan arsiparis di lingkungan Kedeputian Bidang Pembinaan Kearsipan. Sedangkan peserta rakor berasal dari wilayah daerah binaan Direktorat Kearsipan Daerah I, yaitu Kalimantan, Sulawesi, NTB, Bali, Papua yang telah melaksanakan pembentukan tim penataan arsip inaktif. Peserta luring yang hadir sebanyak 152 orang, sedangkan peserta daring mencapai 3050 orang.

( KD/HM )