Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta 12560

Uber Arsip
Logo ANRI

SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response

SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response

24

Nov 21

SARBICA International Seminar: Archives and Pandemic Response

Jakarta (24/11/21), Webinar bertema Archives and Pandemic Response menjadi pembahasan kedua pada kegiatan SARBICA International Seminar 22nd General Conference dan digelar setelah Pertemuan Dewan  Eksekutif SARBICA ke-23. Webinar digelar secara daring dan  diikuti oleh sekitar 700 peserta.

Pelaksana Tugas Deputi Konservasi Arsip Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Multi Siswati menyatakan arsip penanganan COVID-19 merupakan sumber informasi bagi generasi masa kini dan masa depan, khususnya dalam menghadapi pandemi di masa yang akan datang.

Multi Siswati menjelaskan, saat ini terdapat 2 (dua) lembaga negara yang telah menyerahkan arsip covid-19 ke ANRI. “Terdapat 2 lembaga negara yang telah menyelamatkan arsip penanganan COVID-19 tahun 2020, yaitu Kementerian Kesehatan RI  dan Perpustakaan Nasional RI. Selain itu, ANRI telah melaksanakan 9 (sembilan) kali wawancara sejarah lisan dalam rangka melengkapi rekaman peristiwa terakit penanganan COVID-19,” jelas Muti Siswati.

ANRI juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun pusat studi dan galeri arsip pandemi COVID-19. “Hal ini bertujuan untuk menyajikan dan menyediakan akses arsip pandemi COVID-19 sebagai sumber pengetahuan untuk masyarakat dan menjadikan pengalaman berharga bagi daerah lain. Apalagi saat ini pemerintah provinsi Jawa Barat menjadi salah satu pemerintah provinsi percontohan penanganan COVID-19 di Indonesia,” jelas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang  hadir sebagai pembicara kunci.

Pada webinar ini turut hadir Direktur Eksekutif Arsip Nasional Filipina, Victorino M. Manalo, Presiden SEAPAAVA, Karen Chan, Direktur Departemen Pengawasan Lembaga dan Kantor Arsip SAAC, Liu Yun, dan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Eka Jusup Singka.

Adapun hasil rekomendasi pada kegiatan webinar Archives and Pandemic Response di antaranya: (1) Semua pihak baik institusi pemerintah maupun non pemerintah, diharapkan membangun penanganan arsip pandemi sebagai  warisan dokumenter, termasuk komunitas atau masyarakat; (2) mengoptimalkan peran  ASEAN Pandemic Response Archives (APARA) sebagai pusat pengelolaan arsip penanganan pandemi di Asia Tenggara; (3) Mengadakan program pengumpulan, pengaturan, pelestarian, dan penyediaan akses terhadap penanganan arsip pandemi sebagai warisan dokumenter; (4) Organisasi kearsipan internasional harus mampu berkolaborasi untuk menentukan kriteria arsip pandemi yang akan disimpan oleh Arsip Nasional di setiap negara sesuai dengan standar internasional, termasuk dalam hal penggunaan teknologi untuk pengelolaan arsip pandemi. ( SA )